Jajanan Tradisional
Jajanan Tradisional adalah warisan budaya yang unik,
dan sering terlupakan tapi sesungguhnya cukup diminati. Meskipun kecil, tapi
kue tradisional adalah bagian dari atribut tradisi bangsa Indonesia yang perlu
dijaga dan dilestarikan, sebagai local jewel untuk memajukan pariwisata
Indonesia.
Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang
sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan, Sumber daya alam Indonesia tersebut
mulai dari sektor pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, peternakan,
perkebunan serta pertambangan dan energi. Tanah Indonesia sangat subur maka
dari itu banyak tumbuh umbi-umbian yang dapat dioleh menjadi jajanan
tradisional. (Sumber: Reni, Sepitri. 2017)
Contoh Jajanan Basah dan Kering
1. Kue Talam Ubi Jalar
Kue Talam adalah salah satu jenis makanan atau biasa dikategorikan sebagai jajanan / camilan tradisional Indonesia. Hampir di seluruh wilayah Indonesia mengenal kue ini. Umumnya kue ini banyak tersedia pada bulan Ramadhan. Namun, karena begitu populernya kue ini dapat dengan mudah dijumpai di manapun dan kapanpun. Ciri khas kue ini adalah bertekstur lentur dan lengket yang menggambarkan kekentalan dalam hubungan kekerabatan antar manusia.
2. Kue Kremes (singkong)
Kue ini terbuat dari bahan dasar ubi dan gula merah. Ubi yang digoreng dan bercampur dengan gula merah menjadikan kue ini terasa begitu renyah dan gurih saat berada didalam mulut kita. Rasanya yang manis membuat kue kremes biasa disajikan menjadi cemilan saat santai bersama keluarga.
Kue kremes sendiri dikenal memiliki nama yang berbeda-beda di setiap daerah. Di Sumatera, kue ini biasa dikenal dengan nama kue sarang balam karena bentuknya yang menyerupai sarang burung. Sementara di Jawa Tengah dan Jawa Timur kue kremes dikenal dengan nama kue carang atau gerubi. Dalam bahasa Sunda, kue ini dikenal dengan nama kremes hui.
3. Kolak Biji Salak (Ubi Jalar)
Kolak biji salak merupakan salah satu makanan tradisional khas daerah Sumatera Barat. Dinamakan biji salak karena bentuk kuenya bulat lonjong menyerupai biji salak. Bahan utama untuk membuat kue biji salak ini adalah ubi jalar, terutama yang berwarna kuning atau putih. Kolak biji salak dengan teksturnya yang kenyal dan rasanya yang manis ditambah dengan kuah biasanya disajikan sebagai salah satu takjil favorit untuk menu berbuka puasa.
4. Tiwul
Tiwul adalah makanan tradisional dari Gunung Kidul yang terbuat dari olahan singkong. makanan ini sangat unik, selain rasanya yang sangat khas, Tiwul ini juga bisa dijadikan sebagai makanan pengganti nasi. Makanan ini sudah terkenal sejak jaman dahulu dan menjadi salah satu warisan kuliner bagi masyarakat Yogyakarta, terutama daerah Gunung Kidul.
5. Getuk
Getuk adalah makanan ringan yang terbuat dari ketela pohon atau singkong. Pembuatan getuk dimulai dari singkong yang dikupas kemudian dikukus atau melalui proses perebusan. Setelah matang, singkong kemudian itu tumbuk atau dihaluskan dengan cara digiling. Untuk menambah cita rasanya, getuk biasanya diberi pemanis gula dan pewarna makanan.
6. Jemblem
Banyak aneka macam kue tradisional yang dulu dikenal saat ini mulai hilang diperedaran dan sangat jarang ditemui di masyarakat, salah satunya adalah kue jemblem. Bagi masyarakat yang mendiami pulau Madura, kue ini lazim disebut Lu'gulu' karena bentuknya bundar. Biasanya, kue yang satu ini dijual pedesaan dan pedagang gorengan kaki lima. Selain empuk, di dalamnya terdapat gula merah, berbentuk bulat dan sangat enak jika disajikan saat hujan selagi hangat bersama teh hangat rasanya juga enak dan tidak tergantikan.
7. Kue Lumpur Kentang
Kue lumpur adalah salah satu jajanan pasar yang masih banyak disukai. Kue ini bertekstur lembut dan dengan rasa yang manis. Tidak ada yang tau mengenai asal usul kue ini namun banyak yang mengatakan bahwa kue ini berasal dari daerah Jawa Barat. Meskipun sebetulnya tidak ada informasi yang kuat berasal dari mana kue ini. Kue lumpur ini masih banyak dijumpai di pasar tradisional.
berikut adalah rekomendasi video terkait jajanan tradisional Indonesia dari umbu-umbian:








Komentar
Posting Komentar